Terkadang kita menyaksikan bagaimana polah dokter yang berusaha mewaraskan pasiennya. Mencarikan obat dari merk A sampai Z. Memutar otak. Memeras keringat. Namun hasilnya nihil. Justru saat ditangani kiai. Hanya dengan membacakan semacam mantra. Maka penyakit itu akan sembuh. Banyak orang beranggapan bahwa penyakit yang berhasil disembuhkan kiai ini adalah berkat pertolongan Allah swt. semata. Tidak ada sangkut pautnya dengan kiai. Tapi ini SALAH!
Para pembaca,,
Sebenarnyaa.. Hal ini tidak hanya dikarenakan faktor metafisika saja. Tidak dikarenakan faktor ghoib saja. Secara logika, ternyata eh ternyata, kesembuhan pasien juga ditentukan karena faktor kiainya.Juga bukan karena kiainya lebih alim, lebih suci dari dokter. Jadi doa kiai langsung diterima olehNya. Kun fayakun. Sembuh! Bukan gitu! Sebentar lagi saya akan menjelaskan bagaimana peran kiai dalam menyembuhkan pasien secara nalar, secara ilmu pengetahuan. Mungkin bisa dikatakan ilmu kiai ini melampaui ilmunya dokter. Padahal kiai hanya berbekal segelas air putih dan secarik kertas. Sedangkan dokter perlu berbagai obat-obatan dan peralatan macem-macem.
Waah..!! makin penasaran ya??
Okelah... . . .
Dengarkan baik-baik kalo begitu. (Eh..!!) Bacalah baik-baik maksud saya..
Menurut AM. Rukky (2009), suara kiai itu memiliki sebuah afirmasi, yaitu sebuah kalimat yang berisi penegasan sesuatu. Afirmasi yang dibuat sedemikian rupa akan berfungsi sebagai doa penyembuh hanya karena dia memiliki vibrasi tertentu yang menggetarkan dan mempengaruhi sel otak dan syaraf yang berhubungan dengan bagian tubuh yang sakit. Ini juga terjadi dengan beberapa doa yang dipakai pada pengajian-pengajian. Yang penting didalam doa tersebut bukanlah artinya, tetapi justru getaran suara dari vokal yang disuarakan saat membaca doa. Getaran suara huruf tertentu akan masuk ke dalam syaraf melalui sistem pendengaran dan menggerakkan beberapa syaraf untuk menstimuli syaraf lainnya, dan kemudian menghasilkan sesuatu yang memang dikehendaki kiai..
Begitulah kehebatan kiai yang tidak dimiliki kebanyakan dokter dalam hal mengobati.
Dan ini sangat mungkin dipelajari dokter. Sehingga, ilmu dokter akan melampaui kiai. Bahkan mungkin sebutannya bukan dokter lagi. Melainkan dokter kiai...
Para pembaca,,
Sebenarnyaa.. Hal ini tidak hanya dikarenakan faktor metafisika saja. Tidak dikarenakan faktor ghoib saja. Secara logika, ternyata eh ternyata, kesembuhan pasien juga ditentukan karena faktor kiainya.Juga bukan karena kiainya lebih alim, lebih suci dari dokter. Jadi doa kiai langsung diterima olehNya. Kun fayakun. Sembuh! Bukan gitu! Sebentar lagi saya akan menjelaskan bagaimana peran kiai dalam menyembuhkan pasien secara nalar, secara ilmu pengetahuan. Mungkin bisa dikatakan ilmu kiai ini melampaui ilmunya dokter. Padahal kiai hanya berbekal segelas air putih dan secarik kertas. Sedangkan dokter perlu berbagai obat-obatan dan peralatan macem-macem.
Waah..!! makin penasaran ya??
Okelah... . . .
Dengarkan baik-baik kalo begitu. (Eh..!!) Bacalah baik-baik maksud saya..
Menurut AM. Rukky (2009), suara kiai itu memiliki sebuah afirmasi, yaitu sebuah kalimat yang berisi penegasan sesuatu. Afirmasi yang dibuat sedemikian rupa akan berfungsi sebagai doa penyembuh hanya karena dia memiliki vibrasi tertentu yang menggetarkan dan mempengaruhi sel otak dan syaraf yang berhubungan dengan bagian tubuh yang sakit. Ini juga terjadi dengan beberapa doa yang dipakai pada pengajian-pengajian. Yang penting didalam doa tersebut bukanlah artinya, tetapi justru getaran suara dari vokal yang disuarakan saat membaca doa. Getaran suara huruf tertentu akan masuk ke dalam syaraf melalui sistem pendengaran dan menggerakkan beberapa syaraf untuk menstimuli syaraf lainnya, dan kemudian menghasilkan sesuatu yang memang dikehendaki kiai..
Begitulah kehebatan kiai yang tidak dimiliki kebanyakan dokter dalam hal mengobati.
Dan ini sangat mungkin dipelajari dokter. Sehingga, ilmu dokter akan melampaui kiai. Bahkan mungkin sebutannya bukan dokter lagi. Melainkan dokter kiai...


14.57
Cak Nizar


0 komentar:
Posting Komentar